Mungkin kadang kita bertanya pada diri kita, "Seberapa besar kita memberikan kontribusi untuk perusahaan?" Dan atas pertanyaan tersebut, jika kita merupakan bagian dari team sales, kita akan mengasosiasikan pertanyaan itu dengan seberapa besar rupiah deal yang closed.  Jika kita merupakan team produk, maka kita akan mengasosiasikan dengan berapa fitur yang sudah direlease. Atau jika kita merupakan team content dengan seberapa banyak artikel blog/newsletter yang sudah dipublish, dan lain sebagainya.

Pertanyaan di atas mungkin akan lebih sulit jika diubah sedikit menjadi, "Seberapa perform saya di perusahaan ini?". Pertayaan tersebut biasanya akan berkaitan dengan beberapa pertanyaan lain, seperti, "Apakah saya sudah melakukan sesuatu yang excellent?", "Bagaimana perform anggota team lain?", atau "Apakah wajar atau tidak wajar bila saja belum bisa sehebat anggota team lain?" dan lain sebagainya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan menjelaskan beberapa hal yang menurut saya penting dan mungkin bisa membantu menjawab dengan bangga pertanyaan-pertanyaan tersebut.

1. Expektasi

Ini bukan judul lagu. Tapi untuk mempersingkat, intinya adalah saat perusahaan menerima anggota team baru, saat itulah ada expektasi yang berbeda untuk masing-masing orang. Ekpektasi ini bisa terlihat dari jabatan, gaji, fasilitas, privileges, dan lain-lain yang berbeda untuk masing-masing orang. Dan tentu saja meningkatnya pun akan meningkatkan expektasi perusahaan.

Ekspektasi tersebut merupakan ukuran minimal seseorang perform atau tidak. Artinya untuk jadi excellent, maka kita harus memberikan yang lebih dari apa yang di-expektasikan kepada kita. Jadi jika Kamu belum tau, silakan langsung bertanya kepada team leadermu, apa ekspektasinya ke Kamu.


2. Cara Mengukur Performa

Mungkin padanan dari kata ini adalah performansi, tapi karena kata ini tidak ada di KBBI, maka saya gunakan versi yang tidak menimbulkan kontroversi saja. Menurut saya, dan dari yang saya perlajari dari remote working conference di bali beberapa bulan lalu, perusahaan mengukur performa dan kontribusi seseorang kepada perusahaan menggunakan 2 cara. Pertama Result (Hasil) dan Dedication (Dedikasi).

Result

Merupakan bentuk dari pencapaian KPI (Key Performance Indicator) atau OKR (Objective and Key Result) yang digunakan oleh perusahaan. Maka hal ini normal jika team sales diukur dari closed deal-nya, team produk diukur dari fitur baru-nya, team marketing diukur dari leads-nya yang diberikan kepada team sales, dan lain sebagainya. Yang di ujungnya biasanya adalah, apakah berkontribusi dalam menaikkan revenue (pendapaatan) perusahaan atau mengurangi cost (biaya) perusahaan. Tapi apakah hanya ini kinerja kita yang menentukan kita perform atau tidak? ternyata tidak.

Dedication

Setiap perusahaan memerlukan stabilitas, tentu saja yang dimaksud adalah stabilitas untuk terus berkembang. Dan untuk mencapai stabilitas tersebut, diperkukan company culture (budaya perusahaan). Namun, kondisi personal masing masing individu yang sering kali naik turun dan dipengaruhi banyak faktor. Kondisi internal perusahaan juga cenderung dinamis dan banyak perubahan, terutama untuk perusahaan baru (startup). Selain itu kondisi dari external juga bisa berubah sewaktu-waktu, dan seringkali mempengaruhi dua kondisi di atas. Menurut saya, di sinilah pentingnya dedikasi.

Dedikasi sendiri meliputi semua hal yang membantu terbentuknya company culture yang baik. Seperti masuk kantor sebelum jam kantor, bersedia untuk bekerja di luar jam kerja, fast response, baik saat dihubungi oleh team maupun client, positif thinking terhadap perubahan-perubahan yang dibuat oleh perusahaan, selalu berusaha solusi dan penengah dalam setiap permasalahan, ikut berkontribusi dalam diskusi meskipun di luar dari jobdesk nya, ikut serta membantu team lain mencapai hasil yang maksimal, dan lain sebagainya.

giphy.gif

Finding Balance

Wacana mengenai result dan dedication ini, memiliki arti bahwa untuk berkontribusi secara maksimal kepada perusahaan, artinya kita harus perform baik dalam Result (hasil) dan Dedication (dedikasi). Dan idealnya, baik result maupun dedication yang bisa kita berikan, kedua-duanya bagus dan maksimal. Namun, karena manusia memang memiliki banyak kejutan dalam hidup.

Maka jika kita merasa kurang dalam result, kita bisa menggantinya dengan dedikasi yang berkali lipat dari yang seharusnya. Sebaliknya jika kita kurang dalam dedikasi maka kita bisa menggantinya dengan result yang berkali lipat dari yang seharusnya.

Di remote working conference kemaren misalnya, menurutnya team remote, (yang tidak stay di office) idealnya harus memberikan result 5 kali lebih besar, karena normalnya team yang di office memberikan dedikasi yang lebih besar.

Jadi, kita bisa mencari balance yang sesuai dengan diri kita sendiri, dan dengan keadaan. untuk bisa lebih perform di perusahaan, yang terpenting adalah itu semua harus di atas ekspektasi minimal dari perusahaan yang sudah disepakati sebelumnya.

Akhirul kalam, selamat berkontribusi.