"Halo Semuanya, saya akan menikah, tanggal 26 Januari". "Saya Akan menikah dengan Deniya". "Hari ini adalah lastday Deniya di MTARGET". Itulah tiga kalimat yang saya umumkan di kantor pada awal januari, 2 minggu menjelang hari pernikahan saya.

Deniya merupakan salah satu team saya di MTARGET, supaya tidak menimbulkan banyak drama di kantor kami sepakat untuk mengumumkan tanggal pernikahan agak mepet, yaitu 2 minggu sebelum acara pernikahan kami, tepat di hari terakhir Deniya berkerja di MTARGET. Mungkin beberapa orang di kantor kaget dengan pengumunan yang mendadak dari saya, meskipun tentu saja beberapa orang sudah tau jauh-jauh hari.

Setelah off dari kantor, Deniya-lah yang lebih banyak membantu saya mengurusi sebagian besar acara pernikahan, dari dokumen-dokumen, gedung, tata rias dan dekorasi, dan lain-lain. Karena saya baru cuti dari kantor 2 hari sebelum acara pernikahan saya. Hingga akhirnya, 26 Januari 2019 kami menikah, dan Deniya resmi menjadi istri saya.

Sebagai salah seorang founder startup, kehidupan saya setelah menikah mengajarkan saya untuk lebih rapi, sesuatu yang sebenarnya saya inginkan sejak 7 tahun silam. Saya yang sebelumnya cenderung asal "sikat", diharuskan menjadi lebih berhati-hati, dan lebih komunikatif. Meskipun sampai saat ini saya merasa masih perlu banyak belajar.

Anw, MTARGET menjadi salah satu startup yang mewakili Indonesia untuk pameran di SXSW Austin, Texas selama 2 minggu di bulan Maret. Jadi di awal pernikahan, saya hampir sering ke Jakarta untuk mengurus beberapa hal terkait berangkatan saya ke Austin.  

Dua minggu di sana, merupakan pengalaman dan pembelajaran yang berharga untuk saya. Saya sadar bahwa memang masih banyak yang harus diperbaiki dan dipelajari untuk membuat MTARGET going global. Di sisi lain, ini juga meningkatkan rasa percaya diri saya, bahwa kita tidak perlu berkecil hati karena kita memiliki potensi untuk mengembangkan diri masih besar.

Mei 2019, di usia kehamilan istri saya yang ke 3 bulan, istri saya mengalami keguguran. Mungkin ini merupakan hal yang paling berat yang saya alami di Tahun ini. Tapi saya sadar, bahwa istri saya yang lebih sedih, dan yang dialaminya jauh lebih berat. Jadi dalam kondisi ini saya harus tetap tenang, dan berada di samping istri saya untuk mendampinginya mengalami semua itu.

Saya memiliki agenda tahunan untuk berziarah ke Tebuireng setelah lebaran, dan tahun ini saya ditemani oleh istri saya. Dari jombang, kami mampir ke kota Batu untuk jalan-jalan. Di sana ternyata saya bertemu teman mondok, dan darinya, saya membawa pulang tanaman-tanaman yang memenuhi mobil saya. Ini yang membuat saya memutuskan untuk berkebun kembali dan menjadi aktifitas rutin saya sampai sekarang.

Kira-kira 2-3 minggu kemudian, saya ke Bali untuk mengikuti remote working conference. Saya belajar banyak hal tentang cara bekerja remote, yang menurut saya suatu saat akan menjadi tuntutan cara bekerja yang lebih efektif. Kami mulai mengevaluasi kembali cara berkerja kami selama ini.

Sejak saat itu pula kami mulai menjalankan perbaikan-perbaikan. Dari penerapan OKR (Objective and Key Result), Reward Program, sistem Meeting dan Report, maupun perbaikan-perbaikan dari sisi administrasi dan management. Selain itu, kami mulai menggodok beberapa model bisnis baru, yang rencananya akan kami jalankan di Tahun 2020.

"If you learn something, it's not a lost". Itu yang disampaikan Mas Yopie, partner dan CEO saya di MTARGET November lalu, ketika kami terusir dari kantor lama oleh preman-preman. "It's a cost", harga yang harus dibayar untuk sebuah pelajaran yang berharga. Atas semua hal yang terjadi, saya selalu yakin bahwa ada skenario Tuhan untuk membuat kita belajar, menyiapkan pertolongan pada kita, dan meningkatkan level diri kita.

Buat saya, 2019 adalah tahun pembelajaran. Sungguh banyak hal yang terjadi, dan beberapa justru di luar harapan saya. Inilah yang membuat saya belajar banyak. Baik pada kehidupan pribadi saya, maupun untuk MTARGET.

Jadi inilah 2019. Di tahun pembelajaran ini, kami memilih untuk tidak berhenti belajar dan berkembang, saya percaya kita akan menjadi lebih kuat lagi, dan tidak terpatahkan. 2019 we were UNSTOPPABLE.

Here we come 2020. to become UNBREAKABLE.

Salam.