/ Essai

Tentang Komunikasi dan Relationship

Menurut saya, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan hubungan (relationship) seseorang dengan orang lain. Artinya sedekat apa seseorang dengan orang lain, ditentukan seberapa sering dia komunikasi, atau seberapa terbuka dia pada materi komunikasinya. Maka, dapat diartikan juga, bahwa putus hubungan, sama dengan putus komunikasi. Atau putus komunikasi, sama dengan putus hubungan.

putus hubungan == putus komunikasi

Rumus itu mungkin yang membuat pasangan cemburu jika kita masih berhubungan dengan mantan. eh. Yang jelas, saking pentingnya komunikasi, kesalahan dalam hal ini dapat menimbulkan kasalahpahaman, pertengkaran, perceraian, pemecatan, bahkan perang dunia. Ini banyak contohnya, dan sepertinya tidak perlu saya sebutkan satu-persatu.

Hal ini dikarekan personality orang memang berbeda-beda, dan cara mereka menangkap maksud juga berbeda-beda. Kemudian mungkin beberapa orang akan bilang, "kenali dulu orang yang ingin kamu ajak komunikasi, supaya kamu bisa menyampaikan maksudmu dengan benar". Permasalahannya adalah, bukankan untuk mengenal orang kita perlu komunikasi?

Nah, dari yang saya pelajari, ada tiga kunci utama dalam berkomunikasi,

Terbuka (openess)

Kita tentu ngga bisa tau-tau ketemu orang di warteg langsung bertanya “apa masalah terbesar dalam hidupmu?”. Karena untuk berkenalan dengan orang lain, kita terlebih dahulu harus orang yang mengulurkan tangan, kemudian bilang nama kita. Yang artinya, untuk mengenal orang lain, kita harus terlebih dulu mengenalkan diri kita. Kita dulu yang bercerita panjang lebar, supaya orang lain merasa dipercaya untuk mendengar cerita kita, sehingga membuatnya merasa aman dan nyaman untuk bercerita panjang lebar juga.

Screen-Shot-2018-05-28-at-04.25.18

Maka, untuk mengerti dan memahami orang lain, sebelumnya kita yang harus membuat orang lain paham terhadap kita, jika mereka belum juga paham, berarti ini soal teknik penyampaian.

Good Will

Nah ngomongin soal teknik penyampaian, ini seperti kata pepatah, banyak jalan menuju sampangan. Artinya teknik komunikasi memang bisa bermacam-macam. Mungkin satu teknik yang bekerja dengan baik untuk satu orang, tidak akan bekerja dengan baik untuk orang lain. Kadang perlu 1000 kali penjelasan untuk orang lain paham.

Kemudian apa yang mendasari kita melakukan itu? Yaitu niat baik, kita punya tujuan yang baik kenapa kita ingin mengenal orang lain. Kenapa ingin memahami dia. Kenapa harus membuat dia memahami kita.

Ada komunikasi verbal (lisan, tulisan) dan non verbal (ekspresi, intonasi, sentuhan, dll) yang bisa kita lakukan. Yang intinya kita perlu niat baik untuk memulai nya. kita menulis chat karena niat baik, menelpon karena niat baik, bahkan menunjukkan kesedihan, dan marah-marah juga karena niat baik.

Positive

Selain kedua teknik diatas, kita perlu menanggapi cara komunikasi orang lain dengan positif, sekali lagi, karena tekniknya memang banyak. Mungkin dia lebih cocok untuk mengungkapkan sesuatu dengan tulisan, mungkin dia perlu mengulang ngulang penjelasan untuk memberbaiki penjelasan sebelumnya. Dan lain sebagainya, sehingga dengan bersikap positive kita sebisa mungkin memberi rasa aman kepada mereka yang ingin berkomunikasi dengan kita.

Jadi, untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain, sangat diperlukan komunikasi yang baik, dan untuk melakukan komunikasi yang baik, ketiga point diatas, mungkin dapat membantu kita melakukannya.

Nah, yok ngobrol.