/ Essai

Amnesia dan Pikun, Antara Penyakit atau Bawaan Usia

pagi ini saya harus mengulang sholat ied sebanyak 3 kali. pak imam yng ngimami sholat ied beberapa kali lupa, dan berhubung sudah sepuh (tua-red-) maka tak bisa diingatkan hanya dengan metode pengingat sholat biasa. pertama, jamaah harus membatalkan sholat untuk mengingatkan jumlah takbir. dan di sholat kedua kita harus mengulang lagi sholat karena ada rukun yang tidak dilaksanakan. dan barulah di sholat ketiga, sholat ied bisa dilaksanakan dengan lengkap. ah iya sebelumnya saya lupa memberitahukan kalo hari ini (saat tulisan ini dibuat) adalah hari raya idul adha. apakah saya sudah pikun ya? :-D

nah disini saya saya akan bahas soal pikun tersebut. kenapa sesorang bisa pikun? apakah pikun sudah identik dengan usia? apakah pikun sama dengan amnesia?

Amnesia

amnesia adalah penyakit. yaitu terganggunya daya ingat seseorang secara mendadak. amnesia sendiri umumnya ada 2 macam. anterograde amnesia, yaitu ketidakmampuan memunculkan daya ingat, setelah penderita tersebut mengalami amnesia. dan yang satunya adalah retrograde amnesia, yaitu ketidakmampuan memunculkan daya ingat di masa lalu sebelum dirinya terkena amnesia. umumnya sih, penderita amnesia menderita kedua duanya.

amnesia sendiri dapat disebabkan oleh 2 bentuk, organik dan fungsional. organik disini adalah terjuadinya kerusakan otak, yang diakibatkan oleh trauma, kecelakaan, penyakit tertentu, atau obat obatan yang membuatnya mengalami kerusakan pada otak. sedangkan secara fungsional, penderita amnesia tersebut disebabkan oleh gangguang psikologi dimana penderita menggunakan mekanisme pertahanan egonya untuk melindungi diri dari kecemacan, rasa malu, perasaan bersalah, atau sangsi sosial.

Orang yang menderita amnesia ini bisa sembuh, dalam arti kata penderitanya akan bisa kembali mampu mengingat seluruh memori ingatannya tentang peristiwa yang terjadi pada masa lalu sebelum dirinya terkena penyakit amnesia. Namun biasanya tetap tidak akan bisa mengingat kembali tentang peristiwa yang terjadi sesudah dirinya terkena penyakit amnesia.

Terapi yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penderita amnesia ini biasanya diberikan dalam bentuk pemberian obat-obatan yang dapat meningkatkan fungsi otak. Sembari diiringi dengan pemberian terapi dan penciptaan kondisi yang memberi rasa aman bagi penderitanya.

Pikun (Alzheimer)

selain itu, pikun merupakan penurunan fungsi saraf otak, biasanya pikun ini disebut dengan penyakit alzheimer. Alzheimer atau biasa disebut sakit pikun ini biasanya penderitanya mengalami penurunan daya ingat yang sedemikian parahnya sehingga dirinya sampai tidak mampu lagi mengurus dirinya sendiri.

Namun sakit pikun yang dimaksudkan sebagai alzheimer ini bukanlah pikun yang biasa diidap oleh orang berusia tua karena proses penuaan. Tanda awal dari penyakit alzheimer sukar terdeteksi, sebab banyak ciri awalnya menyerupai kelaziman penyakit lupa atau pikun yang biasa terjadi pada kebanyakan orang berusia tua. Penderita alzheimer baru bisa dicirikan setelah muncul tanda-tanda melemahnya percakapan, diiringi menurunnya tingkat kewarasan, kehilangan ingatan dan nalar serta pertimbangan, musnahnya daya intelektual dan adaptasi sosial, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali.

Disamping itu, penderitanya menjadi agresif dan cepat marah, kehilangan minat untuk berinteraksi dan mulai tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, tingkah lakunya aneh, sering keliru dengan keadaan sekitar rumahnya. Penderitanya juga merasa mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Dimana terkadang penderitanya juga seringkali berjalan mondar mandir ke sana sini tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Pola tidur juga berubah, lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.

Tingkat ekstrim dari alzheimer ini, penderitanya sudah tidak bisa lagi memahami apa yang terjadi pada dirinya sehingga tidak mampu lagi mengurus dirinya sendiri. Penyebab dan sumber dari munculnya penyakit pikun alzheimer ini, sampai dengan saat ini masih diliputi misteri, dalam arti kata belum sepenuhnya dapat dimengerti secara terang benderang oleh para ilmuwan penelitinya. Para ilmuwan baru dapat menyimpulkan bahwa pada penderita alzheimer ini terjadi suatu penurunan fungsi saraf otak yang sedemikian kompleks dan progresif berkaitan dengan adanya perubahan pada sel saraf otak yang normal menjadi serat. Syaraf otak tersebut mengecut dan dipenuhi gumpalan protein yang plak amiloid dengan neuro fibrillary atau serat yang berbelit-belit. Dimana keadaan sel saraf otak ini tidak lagi bisa berfungsi untuk menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lainnya.

Repotnya, penyakit Alzheimer ini tidak dapat disembuhkan. Obat-obatan yang diberikan hanya berfungsi untuk sedikit memperlambat perkembangan dari stadium penyakitnya saja.

menghadapi orang pikun

jika anda mengalami masalah ato kekesalan yang ditimbulkan karena kepikunan seseorang, maka besabarlah. cuma itu pesan saya. sama seperti ketika anda anda sakit dan diberi toleransi untuk tidak masuk sekolah, sama seperti ketika anda sakit diberikan toleransi untuk izin bekerja. karena orang sakit itu bukan merupakan subyek dan objek sebuah hukum. dan tidak bisa anda memperlakukannya seperti orang pada umumnya. yang ketika melakukan kesalahan anda marahi, yang ketika kesal anda diamkan dan lain sebagainya. dan dari sini, sisi baiknya, kita bisa belajar untuk menghargai orang lain yang punya kekurangan seperti itu. dan bukan tidak mungkin kita juga akan mengalami kepikunan seperti itu. dan betapa bahagianya jika dalam kondisi seperti itu anda masih dihargai. semoga kita termasuk orang orang yang bisa menghargai orang lain, dengan segala kondisinya.

 

sumber : http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/151107