/ Essai

2018 was a snap

2017 lalu, saya banyak memulai melakukan sesuatu. Mulai dari MailTarget yang masih anget-angetnya, kemudian mulai belajar bikin lagu, mulai belajar nglukis, mulai belajar berkebun, mulai ngerjain tesis yang ahirnya udah selesai. Semuanya di 2017. Jadi tahun ini sebenenarnya saya hanya meneruskan apa yang sudah saya mulai saja. Sekian.

Baiklah, sepertinya saya tetap harus merinci apa saja.

Sebagai salah seorang founder startup, seperti halnya founder-founder lain, hampir sebagian besar waktu saya habis di startup, MailTarget. Yang sebagaimana saya sampaikan tahun lalu, 2018 untuk MailTarget adalah fase make it right. Memberbaiki segala sesuatu yang sudah ada, dan seadanya. 2017 kita memang masih jalan seadanya, produk seadanya, team seadanya (yang komposisinya hampir tidak berubah sepanjang tahun), sistem juga masih seadanya, fasilitas? jangan tanya ke startup!

Akhir 2017, ketika kita dapat funding dari Angel Investor dan VC, saya berpikir perjalanan akan mulus. Ternyata seperti biasa, jalan mulus itu hanya di angan-angan. Awal tahun, saat saya dengan semangat merancang perbaikan-perbaikan sekaligus penamnahan-penambahan yang harus dilakukan, 2 orang tim yang bergabung sejak awal, memutuskan untuk resign. Itu membuat saya sedih sekali. Sekaligus tentu saja membuat perjalanan kita jadi lebih berat.

Dari situ saya sadar, losing people is a company's lost, itulah yang kemudian membuat saya banyak mempelajari tentang culture dan people. Dari buku Powerfull-nya Patty McCord, saya belajar banyak hal, dari "culture of freedom and responsibility" di netflix sampai "the art of good good bye". Karena kadang perpisahan justru harus dilakukan dengan segera. Sebagaimana yang dikatakan Patty netflix di bukunya dan William tokopedia di salah satu podcastnya, kita juga akan menerapkan "hiring slow, firing fast".

Maka tahun ini saya banyak ketemu orang, ketemu orang HR di perusahaan lain untuk diskusi, approach talent-talent, bahkan kerjasama dengan universitas dan organisasi. Tahun ini kita kerjasama dengan UDINUS pada program KKI-nya, dengan AIESEC Undip pada program magang untuk mahasiswa asing dari seluruh dunia-nya, dan dengan SMARTUP dengan program magangnya untuk siswa SMK. Bahkan ada suatu ketika dalam seminggu saya bisa interview sampai 8 orang, dan 24 orang dalam sebulan. Disitu saya juga sekalian ujicoba interview dengan cara yang berbeda beda. Menurut saya salah satu perbaikan besar yang kita lakukan di tahun ini adalah  "MailTarget is always be hiring".  

Selain pada hiring, untuk membangun culture perusahaan, tahun ini kita memantapkan core values kita, yaitu Excellent, Integrity, Impact. Bahwa apa yang kita lakukan, dan keputusan yang kita buat, harus berdasarkan value-value tersebut. Dengan demikian kita akan selalu memberbaiki sistem kerja kita, mulai dari weekly meeting yang kita ubah di hari jumat, sampai kita batasi setiap meeting hanya 45 menit dan lain-lain. Yang jelas, kita harus terbiasa dealing dengan perubahan-perubahan. Karena kita sadar tidak ada sistem yang sempurna, apalagi saat pertama kali dibuat.

Dan di sinilah kita sekarang, di kantor Semarang ada 22 orang, dan 10 orang di Jakarta. Awal tahun 2018 ini kita juga bikin company di Singapura, setting sales rep di Malaysia, dan mungkin akan ada kantor lain lagi tahun depan. Ini karena kita sadar perjalanan untuk mencapai visi perusahaan masih panjang, Fase make it right tidak akan selesai tahun ini, karena ini adalah sebuah perjalanan. Tapi tahun depan kita akan mulai masuk ke fase ketiga, yaitu make it big. Jadi kita menyiapkan yel yel. UNSTOPPABLE!!. Karena kita tidak akan berhenti memberi manfaat ke orang lain, dan membantu lebih banyak perusahaan lagi. Itu juga mendasari perubahan nama MailTarget dan menjadi MTARGET, supaya lebih banyak manfaat lagi yang bisa kita berikan.

Di ahir tahun ini saya juga di beri tugas untuk ikut mengurusi Lakpesdam PWNU Jawa Tengah untuk 5 tahun kedepan. Semoga dengan ini saya bisa memberikan manfaat lebih banyak orang lagi.

Seseorang bilang, ada masa berat dalam semua hal, dan ada chapter-nya masing-masing. Karena saking banyaknya keinginan saya untuk melakukan ini dan itu, beberapa harus saya tunda atau bahkan saya ahiri. Soal bikin lagu, tidak ada lagu baru yang bisa saya publish tahun ini. Keinginan saya untuk menyelesaikan 3 buku setiap bulan belum tercapai, karena sampai ahir tahun ini, hanya 18 buku baru yang saya selesaikan di 2018.

Saya tidak memasang target berapa banyak lukisan yang bisa saya buat, tapi sepanjang tahun ada 8 lukisan yang berhasil saya pajang. Saya pamerin disini deh. :)  Keinginan saya untuk release artikel di blog sebulan sekali ternyata tercapai. Karena malam ini, artikel ini merupakan artikel ke 12 yang saya publish di 2018.  horee!!

2018 ini terasa sangat cepat. seperti snap-nya Thanos. Kayaknya baru kemaren saya melakukan ini dan ini. Mungkin karena saya sangat menikmati apa yang saya lakukan. Nah, semoga kalian-pun demikian.

Selamat Tahun Baru!

See you next year!!